Tuesday, October 9, 2007

Boikot Nasional Terhadap Seluruh Produk Malingsia

Tulisan dari seseorang di webforum detik:

Memboykot produk2 mereka merupakan salah satu wadah utk mendikte pemerintah Malingsia, contohnya Petronas, Astro, XL, Bank Bumiputera, Proton, etc. karena apabila profit mereka merosot sementara mereka sudah ekspansi ke negara kita akan sangat sulit bagi mereka untuk menerima kenyataan ini, business is business, at 1st they don't care, then they will be if we unite togather and remind each other about this boycotting.

Salah satu kawan saya orang Malingsia di UK pernah berkata "Malaysia sangat malas untuk kerja kasar (PRT, Kuli bangunan, dll)". They need us, but when the business went bad, they will do something about it. Maka dari itu bargaining position kita kuat untuk merubah cara pandang bangsa Malingsia tentang bangsa kita.

Walau setidaknya ini salah satu yg bisa kita kontribusikan kepada tanah air sebagai rakyat biasa.

Demi Perubahan,

R. Nasution.


Dan berikut ini adalah daftar sebagian produk Malingsia di Indonesia:
1. astro TV (pake acara monopoli EPL segala )
2. Petronas (oli dan bensin)
3. Modenas (motor)
4. Proton (mobil)
5. XL -excelcom (operator selular)
6. Lippo Bank
7. Bank Niaga
8. RotiBoy (makanan)
9. Malaysian Airlines
10. AirAsia
11. YEO'S
12. CIMB Group
13. genFM 98,7
14. Mamee noodle snack (makanan)
15. Anak Mas (makanan)
16. Restoran yang berbau Malaysia (makanan)
17. Lippo Telecom

Wednesday, October 3, 2007

Rais: Saman kerana guna 'Rasa Sayang' tidak realistik

KUALA LUMPUR: Hasrat kerajaan Indonesia untuk mengambil tindakan terhadap Malingsia berikutan penggunaan lagu Rasa Sayang (versi bahasa Indonesia Rasa Sayange) yang dikatakan lagu tradisional negara itu tidak realistik, kata Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Datuk Seri Dr Rais Yatim.

Beliau berkata isu itu sepatutnya tidak timbul kerana lagu berkenaan mahupun lagu rakyat yang lain seperti Jauh di Mata, Burung Pungguk, Terang Bulan adalah lagu-lagu nusantara yang diwarisi daripada nenek moyang dahulu.

"Pihak Indonesia atau mana-mana pihak lain pun, saya rasa tidak dapat membuktikan siapa sebenarnya pengubah lagu itu," katanya kepada pemberita pada majlis berbuka puasa anjuran kementerian di Masjid Wilayah Persekutuan di sini semalam.

Beliau mengulas mengenai anggota parlimen Indonesia Hakam Naja dari Partai Amanah Nasional yang mahu kerajaan Indonesia bertindak terhadap Malingsia kerana menggunakan lagu Rasa Sayange dalam kempen "Truly Asia".

Rasa Sayange dipercayai berasal dari Maluku, Indonesia, dan dinyanyikan sejak generasi dahulu bagi menyatakan rasa cinta mereka kepada alam sekitar. Hakam juga menuduh Malingsia menjadikan wayang kulit dan batik sebagai hak miliknya.

Rais berkata Malingsia juga boleh mengatakan bahawa sebahagian lagu yang dinyanyi dan diterbitkan di Indonesia berasal dari negara ini dan tidak pun menerima sebarang royalti.

Mengenai wayang kulit yang sering digunakan di Malingsia sebagai hiburan kesenian tradisi, Rais berkata ia tidak ada kaitan langsung dengan Indonesia dan wayang kulit sebenarnya berasal daripada Hinduisme.

"Indonesia tidak berhak untuk mengatakan wayang kulit adalah miliknya kerana ia dibawa oleh Sri Wijaya ke negara itu pada abad ketujuh kemudian berkembang pula ke Langkasuka, Langkawi di Kedah, Palembang, Batavia dan juga ke Temasik.

"Atas alasan itu saya fikir kerajaan Indonesia tidak begitu tertarik untuk mengemukakan saman.

"Sekiranya kerajaan Indonesia masih meneruskan hasrat itu pastinya ia akan menemui jalan buntu dan akan menjejaskan talian persaudaraan antara Malingsia dan Indonesia," katanya.

Pada majlis itu Rais turut menyampaikan sumbangan Hari Raya kepada penggiat seni yang menghadapi masalah kesihatan dan anak-anak yatim. BERNAMA

Monday, October 1, 2007

Hollywood 'Kejar' Situs Film Bajakan

Los Angeles - Situs film bajakan semakin menjamur dan terus memanjakan para penggemarnya. Bagaimana tidak? Film yang baru tayang di bioskop saja sudah tersedia. Akibatnya, studio film Hollywood selaku industri resminya pun berang dan 'mengejarnya' sampai pengadilan.

Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh The Motion Picture Association of America (MPAA). Lembaga ini mendaftarkan gugatan hukum untuk melawan dua situs, cinematube.net dan ssupload.com. Pasalnya, dua situs ini menampilkan berbagai film bajakan dari anggota MPAA. Beberapa diantaranya bahkan merupakan film baru yang masih diputar di bioskop-bioskop.

Selain itu, situs tersebut menampilkan link menuju ratusan judul film lain termasuk film box office Hollywood seperti 'Resident Evil: Extinction', 'The Brave One', dan 'Spiderman'.

Server cinematube.com diduga berlokasi di Malingsia. Situs ini rata-rata dikunjungi 24.000 pengakses tiap harinya. Sementara server ssupload.com ditengarai berada di Arizona, Amerika Serikat, dengan jumlah pengunjung rata-rata 55.000 per hari.

"Kami ingin memberitahu para operator situs ilegal bahwa mereka tak kebal hukum dan akan menghadapi konsekuensi serius dari aktivitas mereka," tegas John Malcom, Direktur Operasi Anti Pembajakan Dunia MPAA seperti dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (30/9/2007).

Akibat maraknya pembajakan film, MPAA memperkirakan industri film mengalami kerugian US$ 18,2 miliar pada tahun 2005.

Thursday, August 30, 2007

Pelajar RI di Malingsia Minta JK Tak Hadiri HUT Malingsia

Jakarta - Kecaman demi kecaman dari Indonesia mengalir ke malingsia sebagai buntut pemukulan terhadap wasit karate Donald. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) malingsia pun meminta Wapres JK berani mengambil sikap dengan tidak menghadiri acara HUT ke-50 malingsia.

"Meminta kepada Wapres RI Bapak Jusuf Kalla untuk membatalkan kunjungannya ke malingsia pada 31 Agustus 2007 dalam rangka peringatan 50 tahun kemerdekaan malingsia." Demikian pernyataan sikap PPI malingsia dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (30/8/2007).

Dalam rilis yang ditandatangani Ketua Umum PPI malingsia Muhammad Iqbal tersebut, mereka juga meminta pemerintah Indonesia berani mengambil tindakan diplomatik dengan Kerajaan malingsia sebagai bentuk rasa kekecewaan. Tindakan tersebut juga sebagai upaya untuk menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

PPI malingsia juga mendesak pemerintah malingsia meminta maaf atas insiden tersebut. Kedatangan Donald ke malingsia adalah sebagai tamu resmi dan olahragawan.

"Meminta kepada Kerajaan malingsia untuk meminta maaf secara terbuka dan penyesalan atas insiden tersebutserta menyelesaikan kasus tersebut secara hukum," demikian bunyi tuntutan PPI malingsia.

Dubes Malingsia: Jikapun kesalahan pada 4 polis kami, itu kelalaian 'human being'

TEMPO Interaktif, Jakarta.
Indonesia mendesak pemerintah malingsia untuk memproses hukum kasus penganiayaan terhadap warga Indonesia. Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo, setidaknya 15 kasus penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga Indonesia tidak mendapat penanganan hukum. "Mereka menunda atau tidak menyentuh kasus itu dengan berbagai alasan," ujar dia di kantornya, Rabu (29/8).

Desakan pemerintah Indonesia tersebut, kata Teguh, diberikan sebagai penegasan agar kasus-kasus tersebut diperhatikan menyusul tindakan penganiayaan terbaru oleh aparat keamanan terhadap Ketua Wasit Karate dari Delegasi Indonesia Donald Pieter Luther Colopita. Desakan disampaikan melalui Duta Besar malingsia Dato Zainal Abidin Zain.

Selain desakan tersebut, Teguh menambahkan, pemerintah Indonesia akan mendesak untuk merevisi nota kesepahaman perlindungan tenaga kerja. 'Perlindungan bagi TKI dalam nota masih minim,'ujarnya. 'Seperti masih adanya klausul untuk menyimpan pasport TKI di majikan?'

Zainal (Duta Besar malingsia) meminta kesempatan bagi dirinya untuk mengklarifikasi informasi itu kepada negaranya. Sementara mengenai kasus penganiayaan Donald, Zainal mengatakan pemerintah malingsia bersikeras tak akan meminta maaf.

"Jikapun kesalahan pada empat polisi kami, itu merupakan kelalaian 'human being'. Jadi murni proses hukum tak perlu meminta maaf", ujarnya.

Dia mengakui apabila dalam standar operasional kepolisian malingsia tidak ada prosedur untuk melakukan pemukulan langsung. Juga mengakui terdapat keharusan bagi aparat kepolisian untuk memperlihatkan kartu identitasnya dalam melakukan pemeriksaan.[bcolor=red]"Tapi saya tidak mau membuat kesimpulan kalau polisi kami bersalah,[/color]" ujarnya.

Pengamanan extra ketat di tempat itu, meneurut Zainal dilakukan aparat, mengingat lokasi itu merupakan tempat kejadian kriminal tertinggi juga dimaksudkan untuk penjagaan tempat pertandingan karate.