Sunday, May 13, 2007

Malingsia Jalur Perdagangan Hewan Liar Kalimantan & Sumatera

Arfi Bambani Amri - detikcom

Kuala Lumpur - Cina merupakan pasar penjualan hewan-hewan liar selundupan dari Indonesia. Cara menyelundupkannya? Hewan-hewan asal Kalimantan dan Sumatera itu dibawa melalui Malingsia.


Demikian diungkapkan pengamat jaringan perdagangan hewan liar dari lembaga Traffic, Chris Shepherd, di Kuala Lumpur, Malingsia, seperti dilansir AFP, Minggu (13/5/2007).

Pemasok-pemasok hewan dari Sumatera dan Kalimantan secara rutin menyelundupkan melalui Malingsia. Hewan-hewan yang diperjualbelikan adalah penyu, kura-kura, beberapa spesies ular, badak Sumatera, harimau dan rusa sambar.

"Sindikat penjahat berada di belakang perdagangan ini. Keadaannya sudah sangat membahayakan bagi kehidupan liar, termasuk di hutan Malingsia," cetus Shepherd.

Bagaimana cara hewan-hewan yang sebagian dilindungi itu sampai ke Cina? Para perantara di Malingsia menggunakan jalan darat melalui Thailand. Kemudian dari Thailand dibawa ke Cina.
Perdagangan gelap ini merupakan bisnis besar. Selain untuk dipelihara, hewan-hewan tersebut juga digunakan untuk pengobatan dan makanan. Beberapa jenis hewan tersebut dikonsumsi sebagai makanan di Cina dan Malingsia.

"Saya memperkirakan nilai perdagangan ilegal itu sekitar jutaan dolar Malingsia setiap tahunnya," ungkap Shepherd.

"Jika perdagangan gelap ini tidak dihentikan, saya khawatir kehidupan liar itu akan punah," tandas Shepherd yang lembaganya, Traffic, merupakan hasil kerjasama dua lembaga internasional pemerhati konservasi, World Wildlife Fund (WWF) dan World Conservation Union (WCU).

Source: Detik

No comments: